LAMPUNG SELATAN – Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menunjukkan komitmen penuh dalam penguatan mitigasi bencana dengan berpartisipasi aktif dalam Indian Ocean Wave Exercise (IOWave25). Partisipasi ITERA tidak hanya berfokus di daerah rawan bencana, tetapi juga di pusat koordinasi nasional.
Tujuh dosen ITERA yang tergabung dalam Pusat Mitigasi Bencana Gempa dan Tsunami ditugaskan sebagai observer di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus pada Selasa hingga Rabu, 4-5 November 2025. Kabupaten Tanggamus dipilih sebagai salah satu lokasi vital mengingat statusnya sebagai salah satu titik rawan bencana tsunami akibat Megathrust di pesisir Lampung.
Secara paralel, Kepala Pusat Mitigasi Bencana Gempa dan Tsunami ITERA, Prof. Ir. Harkunti Pertiwi Rahayu, Ph.D., juga berpartisipasi dalam kegiatan yang sama sebagai observer di kantor pusat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Jakarta.
Tim observer ITERA yang bertugas di Kabupaten Tanggamus, salah satu titik rawan bencana tsunami di Lampung, terdiri dari:
- Dr. Adnin Musadri Asbi, S.Hut., M.Sc.
- Dr. Muhammad Zainal Ibad, S.T., M.T.
- Yudha Styawan, M.Sc.
- Fachri Muhammad Rasyid, S.P.W.K., M.URP.
- Muh. Abdi Danurja Rahman Aziz, S.T., M.R.K.
- Yudha Rahman, S.T., M.T.
- Fran Sinatra, S.P., M.T.
Penugasan tim ke Kabupaten Tanggamus ini didasarkan pada Surat Tugas Nomor 4535/IT9.2.1/DL.17/2025 yang dikeluarkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITERA, sebagai tindak lanjut atas undangan BMKG.
Menguji Sistem Peringatan Dini Kawasan Samudera Hindia
IOWave merupakan latihan simulasi tsunami rutin yang diadakan setiap dua tahun sekali oleh negara-negara di sekitar Samudera Hindia. Latihan ini dipimpin oleh ICG/IOTWMS (Intergovernmental Coordination Group for the Indian Ocean Tsunami Warning and Mitigation System) di bawah naungan UNESCO.
Kegiatan IOWave25 bertujuan menguji tingkat kesiapsiagaan 28 negara anggota dalam merespons ancaman tsunami, baik yang disebabkan oleh peristiwa seismik (gempa bumi bawah laut) maupun non-seismik (letusan gunung api). Latihan berskala internasional ini telah dilaksanakan sejak tahun 2009, 2011, 2014, 2016, 2018, 2020, dan 2023.
Skenario Gempa M9.2 dan Peran Observer ITERA
Latihan yang digelar ini merupakan bagian dari Skenario 4 IOWave25, yang mengujicobakan skenario gempa bumi berkekuatan Magnitudo 9.2 di Utara Sumatra pada 5 November 2025. Dalam skenario ini, Kabupaten Tanggamus diprediksi terdampak dengan level peringatan “AWAS” dan potensi ketinggian gelombang tsunami mencapai 3.29 meter.
Salah satu dosen ITERA yang bertugas sebagai observer di Kabupaten Tanggamus, Dr. Adnin Musadri Asbi, S.Hut., M.Sc., menyatakan bahwa partisipasi ini sangat strategis untuk menguji kesiapan riil di daerah.
“Sebagai observer di lapangan, kami melihat langsung bagaimana kesiapan sistem dan respons para pemangku kepentingan diuji. Partisipasi dalam IOWave25 ini sangat penting, terutama di wilayah rawan bencana tsunami seperti Kabupaten Tanggamus. Tugas kami adalah mencatat temuan-temuan krusial, baik itu keberhasilan maupun kekurangan, yang akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat prosedur evakuasi dan mitigasi bencana di wilayah Lampung. Ini adalah komitmen ITERA untuk berkontribusi nyata dalam membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana tsunami,” ujar Dr. Adnin. Partisipasi aktif ITERA di Kabupaten Tanggamus dan Jakarta dalam IOWave25 ini diharapkan dapat memperkuat rantai peringatan dini dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana tsunami.
