LPPM Itera

Kelompok Utama Bidang Kepakaran Itera

Layanan Kepakaran

Institut Teknologi Sumatera (Itera) sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi berkomitmen dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan mengedepankan keilmuan yang adaptif dan inovatif, Itera mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan lokal, nasional, maupun global. Keilmuan yang dikembangkan oleh Itera tidak hanya berfokus pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada penerapan ilmu pengetahuan secara nyata dalam kehidupan masyarakat. Bidang keilmuan di Itera terbagi dalam 15 kelompok utama yang mencerminkan kekuatan dan potensi pengembangan sumber daya manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Setiap bidang dirancang untuk menjawab tantangan spesifik yang dihadapi masyarakat, pemangku kepentingan, dan dunia industri, khususnya di wilayah Sumatera. Dosen-dosen dengan keahlian pada 15 bidang utama ini tersebar di 42 program studi yang berada di bawah naungan 3 fakultas di Itera. Adapun 15 kelompok utama bidang keilmuan yang dimaksud adalah sebagai berikut:
  1. Sains Dasar dan Terapan: Meliputi ilmu matematika, statistika terapan, fisika teori, sains material, kimia dasar, lingkungan dan hayati, biologi dan bioteknologi terapan, serta astronomi, sains atmosfer, dan keplanetan. Bidang ini mendukung pengembangan riset dasar dan terapan sebagai fondasi inovasi teknologi.
  2. Material Maju, Nanoteknologi, dan Farmasi: Fokus pada pengembangan material maju, nanoteknologi, membran, farmasi sains, terapan, kosmetik, farmakoekonomi, dan bahan alam. Bidang ini bertujuan menciptakan material multifungsi untuk kesehatan, industri, dan pengolahan limbah.
  3. Pangan, Agroindustri, dan Kehutanan: Mengembangkan ilmu dan teknologi pangan, agroindustri, serta agroteknologi dan ilmu kehutanan. Diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
  4. Energi dan Sumber Daya Berkelanjutan: Meliputi energi terbarukan dan non-renewable, manajemen dan keselamatan energi cerdas, serta pengelolaan sumber daya dan pertambangan berkelanjutan. Fokus pada pemanfaatan energi ramah lingkungan dan konservasi sumber daya.
  5. Lingkungan dan Sumber Daya Air: Menitikberatkan pada pengelolaan lingkungan, air, sanitasi, perikanan, ekologi, dan teknologi lingkungan pesisir dan laut. Bidang ini mendukung konservasi ekosistem dan pengelolaan sumber daya air secara optimal.
  6. Kebencanaan dan Geohazard: Mencakup mitigasi risiko kebencanaan, geohazard, dan infrastruktur tahan bencana. Bidang ini berperan penting dalam pengurangan risiko bencana dan pembangunan infrastruktur tangguh.
  7. Ilmu Kebumian: Meliputi geofisika, geologi, eksplorasi sumber daya kebumian, geodesi, hidrografi, dan sistem bumi. Fokus pada pemahaman geodinamika dan pengelolaan potensi sumber daya alam.
  8. Geospasial, Infrastruktur, dan Mobilitas: Mengembangkan geoinformatika, penginderaan jauh, kadaster, infrastruktur transportasi berkelanjutan, serta smart cities dan smart communities. Bidang ini mendukung perencanaan wilayah dan tata kota modern.
  9. Arsitektur dan Lingkungan Binaan: Meliputi arsitektur dan desain lingkungan binaan, ergonomi, serta desain produk. Fokus pada pengembangan ruang dan lingkungan yang nyaman, fungsional, dan berkelanjutan.
  10. Perencanaan Wilayah dan Destinasi: Mencakup perencanaan wilayah, pedesaan, kawasan khusus, regional, megarigion, dan destinasi wisata. Bidang ini mendukung tata kelola wilayah yang terintegrasi dan berkelanjutan.
  11. Teknologi Informasi dan Data: Fokus pada sains data, kecerdasan buatan, data engineering, keamanan siber, IoT, multimedia, serta rekayasa perangkat lunak dan sistem informasi. Bidang ini menjawab kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor.
  12. Teknik Mesin, Industri, dan Otomasi: Mengembangkan teknik mesin, manufaktur, kendali, robotika, dan instrumentasi otomasi. Bidang ini mendukung kemajuan industri 4.0 dan otomatisasi proses.
  13. Ekonomi Sirkular dan Pembangunan Berkelanjutan: Mencakup ekonomi sirkular, kimia hijau, keuangan hijau, dan ESG (Environmental, Social, Governance). Fokus pada penerapan prinsip keberlanjutan dalam ekonomi dan industri.
  14. Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Humaniora Digital: Meliputi ilmu sosial lingkungan, humaniora digital, kajian sosial-ekonomi, serta manajemen pembangunan daerah. Mendukung peningkatan daya saing regional melalui kajian sosial yang relevan.
  15. Ilmu dan Teknologi Kesehatan: Fokus pada kesehatan terapan, keolahragaan, dan komunitas. Bidang ini mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui inovasi teknologi kesehatan.