LPPM Itera

Pengamatan Hilal Muharram 1445 H / 2023 M

Observatorium Astronomi ITERA Lampung telah melaksanakan pengamatan hilal sejak tahun 2017 dan telah melakukan pengamatan secara rutin sejak Januari 2022. OAIL menjadi salah satu pusat pengamatan hilal di Indonesia dan selalu berkomitmen untuk tetap melayani permintaan masyarakat mengenai adanya pengamatan hilal di ITERA.

Penanggalan awal bulan Hijriah ditandai dengan terlihatnya (atau terhitung dapat terlihatnya) bulan sabit muda (hilal) pada saat Matahari tenggelam pada tanggal 29 bulan Hijriah. Jika pada tanggal 29 tersebut tidak teramati hilal atau terhitung tidak mungkin teramati, maka tanggal pada bulan Hijriah akan digenapkan menjadi 30 hari.

Awal tahun Hijriyah diawali dengan bulan Muharram. Pada tahun ini, 29 Dzulhijjah1444 H bertepatan pada tanggal 18 Juli 2023. Konjungsi toposentrik bulan dilihat dari ITERA terjadi pada tanggal 18 Juli 2023 pada pukul 00.59 WIB. Pada saat Matahari terbenam di ITERA pada pukul 18.02 WIB, Bulan akan berada di atas horizon barat dengan umur Bulan 17 jam 02 menit.  Dari perhitungan yang dilakukan oleh tim OAIL, ketinggian Bulan pada saat Matahari tenggelam di ITERA adalah +05°:57′:39” dan azimut Bulan sebesar +295°:18′:14″, dengan beda azimut +04°:17′:37″ dari lokasi Matahari terbenam (azimut +291°:00′:37″), dengan elongasi sebesar +08°:17′:25″.

Hasil perhitungan parameter koordinat Bulan tersebut memenuhi kriteria NEO-MABIMS (ketinggian 3 derajat, dan elongasi 6,4 derajat). Penentuan awal tahun 1444 H akan tetap mengikuti ketetapan pemerintah Republik Indonesia melalui sidang isbat yang dikoordinasikan oleh Kementerian Agama, dan diharap seluruh masyarakat agar selalu menghargai perbedaan yang ada.

OAIL akan melakukan pengamatan hilal di Kompleks Stasiun Pengamat Bulan (OZT-ALTS) Taman Alat MKG ITERA pada tanggal 18 Juli 2023. Pengamatan di OZT-ALTS akan dilakukan oleh tim OAIL menggunakan Teleskop Robotik OZT ALTS yaitu refraktor triplet apokromat dengan diameter 152 mm dengan panjang fokus 1200 mm dan detektor kamera CCD monokrom berkecepatan tinggi dengan filter inframerah, dan kamera CMOS berwarna.

Semoga pengamatan berjalan dengan lancar, dan langit yang cerah dapat menyertai kegiatan ini, serta dapat mengabadikan citra hilal.

Kepala Pusat OAIL

Moedji Raharto

Data Posisi Hilal Dzulhijjah 1444 H

Lokasi 				   : OZT-ALTS ITERA
Koordinat			   : 5°21'46"LS, 105°18'42" BT, 122 mdpl
Tanggal			           : 18 Juli 2023
Waktu				   : 18.02 WIB (GMT +7)
Konjungsi Toposentrik   : 18 Juli 2023, 00.59 WIB

Tabel 1 Data hasil perhitungan posisi hilal saat Matahari terbenam (toposentrik)

 Waktu (WIB)AzimutKetinggianElongasi
Matahari terbenam18.02+291°:00′:37″-01°:08′:06″ 
Posisi bulan saat Matahari terbenam18.02+295°:18′:14″+05°:57′:39″ +08°:17′:25″
Bulan terbenam18.34   
Beda tinggi Bulan-Matahari	         : +07°:05':44"
Beda azimut Bulan-Matahari	         : +04°:17':37" 
Lebar sabit bulan		                         : +00°:00':09"
Usia bulan saat matahari terbenam : 17 jam 02 menit
Iluminasi bulan		                         : 00.53 % 

*) dihitung dengan menggunakan aplikasi Accurate Times yang dikembangkan oleh M. Odeh, dengan memasukkan parameter lokal dari OAIL

DATA PERKIRAAN CUACA LOKASI PENGAMATAN

Gambar 2. Prediksi Cuaca oleh BMKG untuk Bandar Lampung pada 18 Juli 2023
Gambar 3. Perkiraan kondisi cuaca berdasarkan lokasi melalui web app clearoutside.com

Berdasarkan kedua prediksi di atas, kemungkinan pada waktu pengamatan akan memiliki probabilitas cerah setelah hujan ringan.

Sumber Perkiraan Cuaca: 
https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca.bmkg?Kota=Bandar%20Lampung&AreaID= 501373&Prov=19
http://clearoutside.com/forecast/-5.35/105.30
Gambar 4. Ilustrasi gambar Hilal Rabiul Awal 1443 H yang teramati di langit ITERA

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *