Pra Pengamatan Matahari sebagian

Observatorium Astronomi ITERA Lampung telah melaksanakan pengamatan fenomena astronomi sejak tahun 2017. Awal ide dari terbentuknya OAIL juga berawal dari adanya gerhana matahari yang dapat diamati dari ITERA pada 9 Maret 2016 yang lalu. Gerhana Matahari adalah fenomena ketika Bumi-Bulan-Matahari berada pada satu garis lurus dan Bulan menutupi Matahari jika dilihat dari suatu wilayah di Bumi. Astronom modern dapat memprediksi kapan dan di mana suatu fenomena gerhana matahari akan terjadi, berikut dengan waktu kejadiannya.

Pada tanggal 20 April 2023 mendatang, akan ada fenomena Gerhana Matahari Hibrida, yaitu gerhana matahari yang memiliki dua jenis gerhana ketika terjadi. Pada saat Gerhana Matahari Hibrida, satu daerah yang dilewati “antumbra” akan terjadi Gerhana Matahari Cincin dan daerah yang dilewati oleh “umbra” akan terjadi Gerhana Matahari Total, sedangkan yang dilewati oleh “penumbra” akan terjadi Gerhana Matahari Sebagian.

Gerhana pada 20 April 2023 ini akan diawali sebagai Gerhana Matahari Cincin dari Samudera Hindia akan menjadi Gerhana Matahari Total dan terus bergerak ke utara melintasi Australia bagian barat di wilayah Exmouth, lalu melintasi Timor Leste, Maluku Barat Daya, Maluku Tengah, Papua Barat, Papua, dan akhirnya berakhir di Samudera Pasifik sebagai Gerhana Matahari Cincin kembali. Di Seluruh Indonesia kecuali di Banda Aceh, dapat merasakan fenomena Gerhana Matahari Sebagian, termasuk di Provinsi Lampung.

Gerhana Matahari Sebagian dapat diamati dari kampus ITERA pada 20 April 2023 pukul 09.31 WIB, dengan puncak gerhana terjadi pada pukul 10.44 WIB, dan akhir gerhana pada pukul 12.02 WIB. Bulan akan menutup sekitar 33% dari piringan Matahari.

Dalam menyambut fenomena Gerhana Matahari Sebagian yang terjadi, maka OAIL akan melakukan pengamatan terbatas di dalam kampus ITERA (Rooftop Gedung C). Tim pengamatan OAIL akan melakukan streaming melalui kanal YouTube OAIL: https://tinyurl.com/youtube-oail, dan juga update berkala di instagram @oail.itera melalui story. Untuk melakukan pengamatan di kampus ITERA, dalam hal mengambil data dan juga streaming, 

OAIL akan menggunakan dua teleskop : 1) Teleskop Baride Optics A-102 (d=102 mm, f=900 mm, f/8.8) yang akan mengambil data Fotosfer dengan sensor Canon 1100D (berwarna) , dan  2) Teleskop Coronado SolarMax  III (d=70 mm, f=400 mm, f/5.7) yang akan mengambil data Kromosfer pada panjang gelombang sempit Hidrogen Alpha dengan sensor ZWO ASI533 MM Pro (monokrom). OAIL juga menyediakan 4 teleskop Baride Optics A-102 untuk melakukan pengamatan bersama Komunitas Astronomi Lampung (KALA) dan juga beberapa Kacamata Gerhana Matahari.

ITERA juga mengirim satu tim ekspedisi pengamatan gerhana matahari total (Ekspedisi Aruna Leste) untuk melakukan penelitian serta pengamatan meteorologi dan astronomi di lokasi pusat gerhana matahari total yaitu di Distrik Lautem, Timor Leste. Hasil pengamatan tim akan dikirim secara berkala ke tim pengamat yang ada di ITERA.

Kami mengajak masyarakat untuk melakukan pengamatan gerhana matahari sebagian dengan aman. Perlu ditekankan bahwa pengamatan gerhana matahari sebagian perlu dilakukan secara aman, masyarakat dapat menggunakan kacamata matahari, kamera lubang jarum, maupun menonton melalui streaming yang sudah disediakan.

Semoga pengamatan dan ekspedisi gerhana matahari 20 April 2023 ini berjalan dengan lancar, dan langit yang cerah dapat menyertai kegiatan ini.

Kepala Pusat OAIL

Moedji Raharto

Data Gerhana Matahari Hibrida 20 April 2023

Peta Lokasi Terjadinya Gerhana Matahari Hibrida

Peta Lokasi Gerhana Matahari di Indonesia dan sekitarnnya

Tabel waktu kejadian Gerhana Matahari Sebagian di Lampung

sumber : https://www.timeanddate.com/eclipse/map/2023-april-20

Simulasi Gerhana Matahari Sebagian di Lampung

[img-slider id=”1538″]

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *