Pusat Riset dan Inovasi Perkeretaapian ITERA mengadakan kegiatan webinar yang bertajuk “Keselamatan dan Monitoring System pada Jembatan Kereta Api”, Rabu, 15 September 2021. Kegiatan ini bekerja sama dengan tim peneliti yang mendapat Hibah Penelitian ITERA 2021 yang diketuai oleh Meutia Nadia Karunia, S.T., M.T. yang juga merupakan MC dari acara tersebut. Acara dilaksanakan secara hybrid di Gedung Perkuliahan Umum ITERA dan juga daring melui zoom meeting.

Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dibuka oleh Kepala  Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITERA, Acep Purqon, S.Si., M.Si., Ph.D.  Pada pembukaannya Beliau menyampaikan bahwa ITERA diberikan amanah dari pemerintah untuk percepatan teknologi khususnya di Pulau Sumatera. Untuk mendukung hal tersebut salah satunya ITERA memiliki Pusat Riset dan Inovasi (Purino).

“Diharapkan Purino Perkeretaapian dapat terus membangun dan berinovasi untuk kemajuan perkeretaapian di Sumatera. Selain itu kita juga tetap memerlukan kerjasama pentahelix untuk mendukung hal tersebut.” Ujar Acep Purqon, Ph.D.

Acara yang dipandu oleh Ir. Julison Arifin, M.Sc., Ph.D., IPU. Selaku Kepala Pusat Riset dan Inovasi Perkeretaapian dilanjutkan oleh materi pertama yang disampaikan oleh  Ir. Dadan Moh. Nurjaman, M.T., selaku Plt. Kepala Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Beliau menyampaikan materi tentang prioritas riset nasional yang dilakukan Pusat Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi khususnya untuk bidang Teknologi Perkeretaapian. Ir. Dadan menambahkan, saat ini ada 10 Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020-2024 dan salah satunya adalah dibidang transportasi. Bidang transportasi sendiri memiliki 3 fokus konsorsium  yaitu teknologi perkereta apian, N219 Amfibi dan juga mobil listrik.

“Untuk teknologi perkeretaapian sendiri memiliki urgensi antara lain untuk menciptakan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri, diperlukannya sarana transportasi alternatif selain transportasi udara namun memiliki karakteristik yang mendekati pesawat, mode transportasi berbasis rel dinilai sangat efisien, dan juga peningkatan dalam teknologi KA cepat akan dapat meningkatan peran, kemandirian dan juga daya tarik industri untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional.” Jelasnya.

Acara dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Dr. Ir. Soerjanto Tjahjono, selaku Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi . Dalam materinya, beliau membahas mengenai pentingnya memperhatikan Structural Health Monitoring System (SHMS) dalam membuat segala hal bahkan dari hal terkecil sekalipun, misalnya seperti fungsi swiper pada mobil hingga jeruji rantai pada kendaraan untuk menghindari kecelakaan yang lebih besar dikemudian hari.

“Begitu pula dengan kereta api, tidak hanya mementingkan pembuatan kereta apinya saja, kita juga harus memperhitungkan mengenai jalur lintas kereta api baik itu rel maupun jembatan penghubungnya.” Sambung Dr. Ir. Soerjanto Tjahjono.

Acara dihadiri oleh lebih kurang 280 peserta secara daring dan juga sekitar 60 peserta secara luring, baik dari lingkungan ITERA maupun luar ITERA. Setelah pemberian materi acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh peserta dan pemateri. Lalu selanjutnya adalah penutupan acara.